"Temukan jawaban di balik fenomena alam maka akan mudah bagi kita memanipulasi peubah-peubah yang sedang kita amati"
Pernahkah kita memperhatikan fenomena alam seperti terjadinya hujan. Mengapa air bisa turun dari langit? Apakah ada gendorowo yang mengangkut air laut ke atas langit? Mungkin saat kecil kita belum mengetahui fakta sebenarnya. Namun, ketika sudah mulai beranjak dewasa dan bersekolah kita sudah menyadari bahwa air hujan itu berasal dari air yang ada di laut, danau, kubangan air yang menguap dengan cara evaporasi.
Penelitian adalah kegiatan mengungkap fakta dan fenomena alam. Penelitian disebut juga dengan research yang artinya re- (melakukan kembali) search (mencari tahu). Jadi, penelitian merupakan kegiatan pencarian kembali fakta dan fenomena.
Kegiatan penelitian berasal dari keingintahuan (curiosity) manusia untuk mengungkap fakta dan fenomena. Rasa keingintahuan itu secara alamiah muncul dari akal budi manusia. Dari rasa keingintahuan inilah yang membuat perkembangan ilmu pengetahuan semakin maju. Ilmu pengetahuan yang berkembang menggunakan dasar-dasar pemikiran yang kuat, logis, dan terstruktur. Pemikiran inilah yang berkembang kemudian menjadi metode ilmiah.
Sebagai seorang akademisi tentunya kita selalu berhubungan dengan yang namanya Metode Ilmiah. Metode Ilmiah sebagai suatu sarana yang umumnya digunakan oleh peneliti untuk menemukan kebenaran baru, menguji kebenaran, dan melakukan pemecahan masalah. Oleh karena itu, metode ilmiah bersifat objektif, terukur, logis, dan dapat diuji ulang.
Metode ilmiah menjadi mata kuliah wajib yang perlu dikuasai oleh mahasiswa tingkat akhir. Skripsi adalah tugas akhir untuk syarat memperoleh gelar sarjana bagi mahasiswa S1. Penyusunan skripsi pasti akan dimulai dengan menentukan masalah/identifikasi masalah sebelum sampai pada menemukan pemecahan/solusi dari masalah tersebut. Disini letak metode ilmiah menyediakan langkah-langkah praktis dan terstruktur serta metologis untuk menyelesaikan skripsi tersebut.
Sebelum kita belajar lebih lanjut aplikasi metode ilmiah dalam penelitian ada baiknya kita terlebih dahulu memahami ciri-ciri dari metode ilmiah.
Berikut beberapa poin penting yang menunjukkan ciri-ciri dari metode ilmiah:
- Objektif - Berdasarkan fakta, bukan opini atau perasaan pribadi
- Sistematis - Dilakukan melalui langkah-langkah yang terstruktur
- Logis - Setiap langkah dapat dijelaskan dengan akal sehat dan rasional
- Empiris - Didasarkan pada pengalaman dan data nyata yang bisa terima oleh panca indra manusia
- Teruji - Hasil penelitian dapat diuji oleh peneliti lain
- Universal - Berlaku umum, tidak terbatas pada individu atau tempat tertentu saja.
Pengembangan bidang ilmu peternakan tidak pernah lepas dari metode ilmiah. Setiap kali kita menemukan fenomena baru di lapangan atau kejadian alam yang bisa mempengaruhi produksi ternak misalnya, hal tersebut dapat kita telusuri penyebab munculnya fenomena tersebut. Dengan menemukan penyebab tersebut akan memudahkan kita melakukan manipulasi atau perubahan-perubahan variabel yang diinginkan.
Jenis-Jenis Penelitian
Ada beragam jenis penelitian yang bisa kita temukan di beberapa literatur. Ragam jenis penelitian ini dibedakan berdasarkan beberapa aspek seperti analisis data penelitian, tujuan penelitian, bidang ilmu, metode, dan pendekatannya. Ayuk kita bahas satu per satu:
1. Penelitian ditinjau dari data analisisnya
Dari data yang dikumpulkan dan metode analisis data yang dilakukan penelitian dapat dibagi menjadi penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Apa perbedaan dari kedua penelitian tersebut? seperti namanya kualitatif artinya data yang dikumpulkan bersifat kualitas seperti warna, gambar, karakteristik, dan deskripsi terhadap sesuatu, dan sebagainya. Sementara pada penelitian kuantitatif adalah penelitian yang mengumpulkan data yang bisa diukur dan dihitung seperti data numerik dan angka. Nah, sampai disini pasti kalian sudah faham apa yang membedakannya.
Contoh dari penelitian kualitatif adalah pengumpulan data organoleptik dari pengujian kualitas daging ayam yang dimasak dengan berbagai jenis bumbu. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini seperti warna, rasa, tekstur, dan aroma.
Contoh penelitian kuantitatif adalah pemberian pakan jenis A terhadap pertumbuhan berat badan harian ternak. Jelas data yang akan dikumpulkan berupa berat badan. Jenis data tersebut adalah data rasio atau nilai angka.
Ayo kita lebih dalam membahas antara kedua penelitian tersebut:
Penelitian Kualitatif
Bagaimana kita mengenal bahwa suatu penelitian dikategorikan sebagai penelitian kualitatif? menurut Sujana dan Ibrahim (2001) penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Menggunakan pola pikir sinduksi (empiris-rasional). Metode kualitatif sering digunakan untuk menghasilkan grounded theory, yaitu teori yang timbul dari data bukan dari hipotesis.
- Perspektfi pastisipan diutamakan.
- Penelitian kualitatif tidak menggunakan rancangan penelitian yang baku. Rancangan penelitian berkembang selama proses penelitian.
- Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami, mencari makna di balik data, untuk menemukan kebenara.
- Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, sumber data yang dibutuhkan, dan alat pengumpul data bisa beubah sesuai kebutuhan.
- Pengumpulan data dilakukan atas dasar prinsip fenomenologis, yaitu dengan memahami secara mendalam gejala atau fenomena yang dihadapi.
- peneliti berfungsi sebagai alat pengumpul data sehingga kebenarannya tidak terpisah dengan apa yang diteliti.
- Analisis data yang dilakukan selama penelitian sedang dan telah berlangsung.
- Hasil penelitian berupa deskripsi dan interpretasi dalam konteks waktu serta situasi tertentu.
Dari sini kita bisa memahami bahwa penelitian kualitatif memenuhi ciri-ciri metode ilmiah. Meskipun data yang diperoleh berupa data kualitas. Penelitian kualitatif dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut, saya merangkumnya menjadi 6 jenis:
- Etnografi, adalah kajian yang dilakukan secara mendalam terkait peristiwa yang terjadi di kelompok sosial tertentu dengan tujuan memperoleh pemahaman budaya yang dipandang dari sisi pelaku budaya atau anggota kelompok budaya tersebut. Contoh: Budaya mawah ternak yang dilakukan oleh masayarakat Aceh.
- Studi kasus, adalah kajian yang dilakukan terhadap kasus-kasus tertentu. Tujuannya adalah untuk memahami gambaran yang mendalam tentang suatu kasus yang sedang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuisioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Contoh: Kajian mengenai tingkat pemahaman peternak terhadap penanganan penyakit PMK di Desa A.
- Studi dokumen atau studi literatur, adalah kajian mengenai dokumen tertulis seperti buku teks, jurnal, naskah, dll. Contoh: Silase sebagai teknologi pakan ternak: Kajian literatur/Artikel Review.
- Fenomenologi, kajian ini merupakan kajian filosofis untuk memahami suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia. Manusia menjadi subjek utama dalam kajian ini. Kajian ini menunjukkan jalan perumusan ilmu pengetahuan melalui tahap-tahap tertentu, dimana suatu fenomena yang dialami manusia menjadi subjek kajiannya (Hasbiansyah, 2005). Sifat dari kajian ini adalah deskriptif. Kajian ini utamanya menjelaskan pemahaman esensi pengalaman manusia terhadap suatu peristiwa.
- Grounded Theory, penelitian ini bertujuan untuk pengembangan teori dari fenomena sosial ataupun fenomena alam dengan dukungan/bukti empiris yang diperoleh di lapangan.
- Penelitian sejarah, penelitian ini bertujuan untuk menjawa rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lampau secara sistematis dan objektif. Penelitian ini akan menggunakan berbagai jenis sumber data seperti teks, rekaman video, pelaku sejarah yang terlibat baik langsung ataupun tidak. Contoh: Sejarah masuknya pesebaran ternak perah yang ada di Indonesia.
Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini sering dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan pengumpulan data-data angka. Penalaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif. Gejala-gejala yang dilihat biasanya memiliki karakteristik tertentu yang saling berkaitan satu sama lain atau dikenal juga dengan variabel. Ada beragam variabel yang akan dilihat dalam penelitian ini. Namun, umumnya yang sering dilihat adalah variabel terikat dan variabel bebas. Namun. topik mengenai variabel tidak kita bahas disini. Penelitian kuantitatif memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Penalaran deduktif untuk memahami fenomena yang terjadi
- Bersifat positivistik, yaitu mengutamakan data empiris dan objektif dan menghindari sifat subjektif
- Rancangan penelitian sudah ditentukan sejak awal
- Digunakannya instrumen pengumpulan data seperti alat ukur yang memiliki standar universal
- Menerapkan proses analisis statistik dalam pengolahan data
- Peneliti merupakan bagian terpisah dari objek penelitian sehingga penelitian lebih objektif
- Karena bersifat deduktif maka hasilnya pasti generalisasi dan tidak terikan dengan waktu dan situasi
2. Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu
Setiap penelitian memiliki cara dan pendekatan berbeda jika ditinjau berdasarkan bidang ilmunya. Hal ini berkaitan dengan objek kajian yang berbeda antara satu bidang dengan bidang lain. Tentunya fenomena yang dilihat juga berbeda-beda. Contohnya bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, biologi, fisika, matematika, teknologi pertanian, pertanian, kehutanan, peternakan, kedokteran, keteknikan, dll.
3. Penelitian Ditinjau dari Tujuannya
Penelitian memiliki tujuan yang berbeda beda. Ada yang khusus untuk pengembangan teori ada juga yang digunakan untuk memecahkan persoalan yang ada di lapangan. Ini juga masih berkaitan dengan bidang keilmuan. Oleh karena itu, tinjauan ini dibagi menjadi dua:
Penelitian Dasar
Penelitian ini disebut dengan penelitian murni karena bidang ilmu yang meliputinya adalah bidang ilmu murni seperti bidang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi. Penelitian ini gunanya untuk membangun teori baru atau mengembangkan teori yang sudah ada serta menguji teori yang sudah ada. Biasanya penelitian dasar akan menghasilkan konsep-konsep yang bisa diaplikasikan dalam dunia praktis.
Penelitian Terapan
Penelitian terapan biasanya dilakukan dalam bidang-bidang ilmu terapan contohnya pertanian/peternakan. Konsep-konsep dasar yang sudah ditemukan di dalam penelitian dasar akan menjadi fondasi awal untuk kemudian akan dikembangkan atau diuji di dalam penelitian terapan. Contohnya kita mengetahui bahwa konsep energi di dalam tubuh makhluk hidup berkaitan dengan pengembangan tubuh ternak. Maka muncul pertanyaan bagaimana prosedur pemberian pakan yang optimal dengan sedikitnya energi yang terbuang.
4. Penelitian Ditinjau dari Metode Penelitian Survei
Penelitian ex post facto
Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi suatu peristiwa yang telah terjadi dan bagaimana runutan peristiwanya. contohnya seperti bagaimana penyebab terjadinya peristiwa kecelakaan tenggelamnya kapal Gurita.
Penelitian survei
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi berdasarkan jawaban dari kuisioner yang telah disusun sedemikian rupa. Kuisioner ada yang bersifat tertutup dimana jawaban dari responden biasanya sudah ditentukan seperti Iya atau Tidak. Ada pula jawabannya yang bersifat terbuka. Jenis jawaban yang diberikan biasanya lebih bebas dan sedikit intervensi dari peneliti. Jawaban-jawaban ini nantinya akan dikumpulkan dan menjadi data penelitian untuk melihat pola-pola yang muncul dari jawaban tersebut.
Penelitian naturalistik
Penelitian ini digunakan untuk meneliti suatu fenomena atau gejala alam dengan memberikan pemaparan terhadap gejala atau fenomena tersebut. Peneliti berperan sebagai instumen penelitian juga sehingga ada kemungkinan unsur subjektivitas di dalamnya. Sehingga jenis penelitian ini sangat bergantung pada pemahaman mendalam dari si peneliti.
Penelitian kebijakan
Penelitian ini digunakan untuk menganalisis peristiwa sosial di masyarakat yang hasilnya nanti akan dijadikan sebagai rumusan dalam membuat suatu kebijakan.
Penelitian tindakan
Penelitian ini dilakukan guna memperoleh metode yang paling efektif atau efeisien dalam kegiatan sehari-hari atau di dalam suatu organisasi. biasanya penelitian ini berkaitan dengan bidang ilmu manajemen.
Penelitian evaluasi
Penelitian ini utamanya adalah menilai atau mengeavluasi suatu produk, tindaka, prosedur apakah sudah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Contohnya di bidang peternakan adalah evaluasi aspek teknis pemeliharaan ternak sapi di provinsi Aceh.
Penelitian sejarah
sudah kita jelaskan di bagian sebelumnya.
5. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan
Penelitian deduktif
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan umum ke khusus. Dasarnya dimulai dari membuktikan teori yang telah ada. Kemudian akan dibangun sebuah hipotesis. Dilanjutkan dengan penyusunan metode observasi/rancangan penelitian untuk membuktikan teori tersebut. Hasilnya sebagai bentuk konfirmasi apakah benar atau tidak.
Penelitian induktif
Berlainan dengan pendekatan deduktif, pendekaktan induktif bergerak dari khusus ke umum. Penelitian ini dilakukan dengan cara melihat pola-pola yang terbentuk dari setiap objek penelitian yang sedang kita amati sehinngga memunculkan suatu kesimpulan yang menjadi sebuah teori baru.
6. Penelitian Ditinjau dari Tingkat Eksplanasinya
Tingkat eksplanasi ini artinya menjelaskan posisi dan hubungan antara variabel dalam suatu penelitian. Penelitian ini masih menggunakan pengukuran dan analisis statistik. Sehingga mampu menjelaskan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh variabel yang sedang diamati/diukur. Ada beberapa jenis dari penelitian ini:
Penelitian deskriptif
Penelitian ini menjelaskan masing-masing variabel. Setiap variabel bisa saja tidak memiliki hubungan satu sama lain atau bersifat independen. Setiap variabel memiliki nilai dan karakteristiknya sendiri. Variabel bisa menjelaskan atau menggambarkan keadaan dari suatu populasi. Contohnya karakteristik limbah pertanian yang ada di Indonesia.
Penelitian komparatif
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antar variabel. Tujuannya untuk mencari variabel mana yang memiliki pengaruh atau faktor terhadap objek yang sedang diteliti. Contohnya efek pemberian pakan A dan tanpa diberikan pakan A terhadap pertumbuhan ayam.
Penelitian asosiatif
Penelitian ini melihat hubungan antara variabel dan menjelaskan hubungannya. Dari penelitian ini akan mudah untuk membangun sebuah teori yang bisa menjelaskan, meramalkan, dan menhontrol suatu gejala. Contohnya hubungan morfologi tubuh kambing lokal di provinsi Aceh terhadap performa produksinya.
Tentunya jenis-jenis penelitian masih sangat banyak dan belum bisa dimuat di dalam tulisan ini. Tapi secara umum terutama di dalam bidang peternakan sudah banyak jenis-jenis penelitian yang terwakilkan. Dengan memahami jenis-jenis penelitin akan memudahkan kita tentunya untuk menentukan arah penelitian dan prosedur yang bisa digunakan.
Selanjutnya kita coba memahami apa saja langkah-langkah praktis yang dilakukan oleh seorang peneliti dalam menjalankan penelitiannya. Langkah-langkah ini tersusun secara sistematis dann sering digunakan untuk laporan ilmiah seperti Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Secara umum prosedur penelitian dilakukan sebagai berikut:
- Menentukan masalah yang akan dikaji/diteliti
- Telah dilakukan studi pendahuluan baik itu berupa tinjauan kepustakaan atau telah dilakukan pra penelitian
- Merumuskan masalah dari studi pendahuluan
- Merumuskan hipotesis sebagai jawaban sementara yang akan diuji nantinya
- Memilih pendekatan
- Menentukan variabel dan sumber data
- Menetapkan instrumen penelitian
- Pengumpulan data
- Analisis data
- Membuat hasil dan pembahasan serta penarikan kesimpulan
- Menulis laporan.
Demikian tulisan singkat mengenai pengantar metode penelitian yang mencakup apa itu metode ilmiah, apa yang menjadi karakteristiknya, apa saja jenis-jenis penelitian dari berbagai macam tinjauan serta bagaimana langkah-langkah praktis untuk menyusun laporan ilmiah.
Referensi:
https://masuk-ptn.com/materi/ruang-lingkup-biologi-materi-kelas-10/metode-ilmiah
Tersiana, A. (2018). Metode Penelitian. Start Up. Yogyakarta.
Hasbiansyah. O. (2008). Pendekatan fenomenologi: Pengantar praktik penelitian dalam ilmu sosial dan komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163–180.
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments