Sebelumnya kita telah membahas mengenai metode ilmiah di artikel ini. Salah satu metode ilmiah adalah penelitian kuantitatif. Apa itu penelitian kuantitatif? Kapan penelitian kuantitaif itu dilakukan? dan Bagaimana merancang sebuah penelitian itu tergolong ke penelitian kuantitatif? Selengkapnya akan kita bahas di dalam artikel ini.
Pendahuluan
Penelitian atau riset sering kali datang karena ada kebutuhan dan tuntutan dari manusia. Rasa ingin tahu dan keinginan mengungkapkan kebenaran dari suatu fenomena alam sering sekali menjadi bahan bakar utama manusia melakukan penelitian. Dalam melakukan penelitian peneliti harus mampu melihat kesenjangan apa yang terjadi diantara teori dan realitas di lapangan yang peneliti amati.
Menemukan kesenjangan menjadi titik awal dalam penyelesaian masalah yang sedang diteliti. Dalam penelitian kuantitatif masalah ditemukan hingga diselesaikan (mendapatkan kesimpulan) dengan pendekatan penalaran deduktif yaitu proses berfikir logis dari premis umum untuk menghasilkan suatu kesimpulan (premis khusus). Jenis penalaran ini dikenal juga dengan silogisme. Penjelasana sederhana mengenai penalaran silogisme yaitu dengan menggunakan premis mayor (pernyataan umum) dan premis minor (pernyataan khusus). Kebenaran dari pengunaan penalaran ini tergantung pada isi atau premis yang disusun. Contohnya:
Premis Mayor: Semua hewan berkaki 4 adalah ruminansia
Premis Minor: Kucing berkaki 4
Konklusi: Kucing adalah ruminansia.
Dari contoh ini secara struktur penelarannya sudah benar namun ada masalah di bagian isinya sehingga masih ada pertanyaan di dalam setiap premis yang bisa diajukan sehingga setiap premis harus dibuktikan dengan data dan fakta. Secara konsep kerja penelitian kuantitatif akan melakukan pendekatan ini.
Dalam penelitian kuantitatif fenomena yang diamati biasanya selalu bisa ditangkap oleh panca indra, atau dialami langsung oleh si peneliti. Sehingga, data yang diperoleh biasanya bersifat empiris dan selalu dapat dihitung. Data angka menjadi ciri khas dalam penelitian kuantitatif. Data-data angka ini akan diintepretasikan atau dilakukan perhitungan matematis (analisis data) untuk melihat pola keterkaitannya antara satu variabel dengan variabel yang lain. Nah, dari pola-pola tersebut akan ketahuan mana yang berpengaruh dan mana yang tidak.
Data kuantitatif dapat dikelompokkan berdasarkan cara memperolehnya yaitu diskrit dan kontinum. Sementara itu, berdasarkan sifatnya data ini terdiri dari data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio.
Hasil penelitian kuantitatif akan dijabarkan sebagai jawaban terhadap penerimaan atau penolakan dari hipotesis yang sudah kita susun sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian kuantitatif menyediakan hasil yang sifatnya objektif dan tidak tergantung dengan tendensi atau perspektif dari si peneliti. Namun, yang perlu diingat hasil penelitian ini bukan menghasilkan kebenaran "mutlak atau absolut" yang artinya kebenarannya masih bisa dibantahkan di kemudian hari apabila ditemukan hasil yang berbeda dengan menunjukkan data-data dan fakta yang kongkrit.
Apa itu Penelitian Kuantitatif?
Di dalam pendahuluan sudah ada beberapa poin tersirat mengenai sifat-sfiat penelitian kuantitatif. Secara ringkas saya jabarkan penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal penelitian. Definisi lain menjelaskan bahwa penelitian ini menuntut banyak data angka mulai dari pengumpulan data, intepretasi dan penetapan kesimpulan biasanya dimasukkan juga data angka hasil analisis.
Menurut Sugiyono (2012) 'metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan.
Penelitian kuantitatif bersifat bebas nilai yang artinya penelitian ini menerapkan prosedur yang ketat untuk mengurangi bias akibat persepsi atau hal-hal yang tidak objektif dari peneliti. Oleh karena itu, penggunaan instrumen penelitian sangat diperhatikan di dalam penelitian kuantitatif. Syarat instrumen penelitian haruslah valid dan reliable (andal) baru bisa dikatakan pendekatan kuantitatif sah.
Kapan Penelitian Kuantitatif Dilakukan?
Tentunya akan menjadi pertanyaan kapan sebenarnya penelitian kuantitatif itu dilakukan? Jika kalian telah membaca bagian pendahuluan atau artikel ini pasti sudah faham. Namun, saya sampaikan seidikit pengulangan. Penelitian kuantitatif dilakukan saat data yang dikumpulkan adalah data dalam bentuk angka. Data yang membutuhkan pengolahan secara statistik.
Namun, jika kita di bidang peternakan yang masuk kategori ilmu terapan, umumnya masuk kategori penelitian kuantitatif. Jadi tidak perlu bingung lagi kapan menggunakan penelitian kuantitaif ini. Hanya saja perlu dilihat model penelitian kuantitaif yang digunakan nantinya, pemilihan metode, dan instrumen penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Bagaimana Melakukan Penelitian Kuantitatif?
Setelah memahami apa itu penelitian kuantitatif selanjutnya kita akan mencoba memahami bagaimana caranya kita merancang penelitian kuantitatif tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan oleh peneliti dalam melakukan penelitian kuantitatif.
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian kuantitatif:
- Melakukan studi pendahuluan atau kajian kepustakaan (literature)
- Menjelaskan latar belakang penelitian
- Melakukan identifikasi masalah
- Memberikan batas penelitian
- Merumuskan masalah penelitian
- Menjelaskan tujuan penelitian
- Menguraikan manfaat penelitian
- Menjelaskan keterbatasan penelitian
- Merumuskan batasan konsep, konstruk dan istilah yang digunakan dalam penelitian
- Menjelaskan landasan teori dan kerangka pikir penelitian
- Mengemukakan penelitian yang relevan
- Merumuskan hipotesis/pertanyaan penelitian
- Menetapkan jenis penelitian yang digunakan
- Menetapkan area/wilayah penelitian
- Menetapkan populasi dan sampel penelitian
- Menyusun instrumen penelitian
- Uji coba instrumen
- Pengumpulan data
- Mengolah data, intepretasi data, dan menarik kesimpulan
- Menyusun laporan penelitian
- One-shot case study
- One-group pretest-posttest
- Static Group
- Pretest-posttest control group
- Posttest only control group
- Time series
- Multiple time series
- Solomon
Kesimpulan
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email


.png)
No Comments