Cari artikelmu di sini

  • ()
thumbnail

Memahami Dasar dan Konsep Penelitian Kuantitatif

Sebelumnya kita telah membahas mengenai metode ilmiah di artikel ini. Salah satu metode ilmiah adalah penelitian kuantitatif. Apa itu penelitian kuantitatif? Kapan penelitian kuantitaif itu dilakukan? dan Bagaimana merancang sebuah penelitian itu tergolong ke penelitian kuantitatif? Selengkapnya akan kita bahas di dalam artikel ini.

Pendahuluan

Penelitian atau riset sering kali datang karena ada kebutuhan dan tuntutan dari manusia. Rasa ingin tahu dan keinginan mengungkapkan kebenaran dari suatu fenomena alam sering sekali menjadi bahan bakar utama manusia melakukan penelitian. Dalam melakukan penelitian peneliti harus mampu melihat kesenjangan apa yang terjadi diantara teori dan realitas di lapangan yang peneliti amati.

Menemukan kesenjangan menjadi titik awal dalam penyelesaian masalah yang sedang diteliti. Dalam penelitian kuantitatif masalah ditemukan hingga diselesaikan (mendapatkan kesimpulan) dengan pendekatan penalaran deduktif yaitu proses berfikir logis dari premis umum untuk menghasilkan suatu kesimpulan (premis khusus). Jenis penalaran ini dikenal juga dengan silogisme. Penjelasana sederhana mengenai penalaran silogisme yaitu dengan menggunakan premis mayor (pernyataan umum) dan premis minor (pernyataan khusus). Kebenaran dari pengunaan penalaran ini tergantung pada isi atau premis yang disusun. Contohnya:

Premis Mayor: Semua hewan berkaki 4 adalah ruminansia

Premis Minor: Kucing berkaki 4

Konklusi: Kucing adalah ruminansia.

Dari contoh ini secara struktur penelarannya sudah benar namun ada masalah di bagian isinya sehingga masih ada pertanyaan di dalam setiap premis yang bisa diajukan sehingga setiap premis harus dibuktikan dengan data dan fakta. Secara konsep kerja penelitian kuantitatif akan melakukan pendekatan ini.

Dalam penelitian kuantitatif fenomena yang diamati biasanya selalu bisa ditangkap oleh panca indra, atau dialami langsung oleh si peneliti. Sehingga, data yang diperoleh biasanya bersifat empiris dan selalu dapat dihitung. Data angka menjadi ciri khas dalam penelitian kuantitatif. Data-data angka ini akan diintepretasikan atau dilakukan perhitungan matematis (analisis data) untuk melihat pola keterkaitannya antara satu variabel dengan variabel yang lain. Nah, dari pola-pola tersebut akan ketahuan mana yang berpengaruh dan mana yang tidak.

Data kuantitatif dapat dikelompokkan berdasarkan cara memperolehnya yaitu diskrit dan kontinum. Sementara itu, berdasarkan sifatnya data ini terdiri dari data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio.

Hasil penelitian kuantitatif akan dijabarkan sebagai jawaban terhadap penerimaan atau penolakan dari hipotesis yang sudah kita susun sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian kuantitatif menyediakan hasil yang sifatnya objektif dan tidak tergantung dengan tendensi atau perspektif dari si peneliti. Namun, yang perlu diingat hasil penelitian ini bukan menghasilkan kebenaran "mutlak atau absolut" yang artinya kebenarannya masih bisa dibantahkan di kemudian hari apabila ditemukan hasil yang berbeda dengan menunjukkan data-data dan fakta yang kongkrit.

Apa itu Penelitian Kuantitatif?

Di dalam pendahuluan sudah ada beberapa poin tersirat mengenai sifat-sfiat penelitian kuantitatif. Secara ringkas saya jabarkan penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal penelitian. Definisi lain menjelaskan bahwa penelitian ini menuntut banyak data angka mulai dari pengumpulan data, intepretasi dan penetapan kesimpulan biasanya dimasukkan juga data angka hasil analisis.

Menurut Sugiyono (2012) 'metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan.

Penelitian kuantitatif bersifat bebas nilai yang artinya penelitian ini menerapkan prosedur yang ketat untuk mengurangi bias akibat persepsi atau hal-hal yang tidak objektif dari peneliti. Oleh karena itu, penggunaan instrumen penelitian sangat diperhatikan di dalam penelitian kuantitatif. Syarat instrumen penelitian haruslah valid dan reliable (andal) baru bisa dikatakan pendekatan kuantitatif sah. 

Kapan Penelitian Kuantitatif Dilakukan?

Tentunya akan menjadi pertanyaan kapan sebenarnya penelitian kuantitatif itu dilakukan? Jika kalian telah membaca bagian pendahuluan atau artikel ini pasti sudah faham. Namun, saya sampaikan seidikit pengulangan. Penelitian kuantitatif dilakukan saat data yang dikumpulkan adalah data dalam bentuk angka. Data yang membutuhkan pengolahan secara statistik.

Namun, jika kita di bidang peternakan yang masuk kategori ilmu terapan, umumnya masuk kategori penelitian kuantitatif. Jadi tidak perlu bingung lagi kapan menggunakan penelitian kuantitaif ini. Hanya saja perlu dilihat model penelitian kuantitaif yang digunakan nantinya, pemilihan metode, dan instrumen penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. 

Bagaimana Melakukan Penelitian Kuantitatif?

Setelah memahami apa itu penelitian kuantitatif selanjutnya kita akan mencoba memahami bagaimana caranya kita merancang penelitian kuantitatif tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan oleh peneliti dalam melakukan penelitian kuantitatif.

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian kuantitatif:

  1. Melakukan studi pendahuluan atau kajian kepustakaan (literature)
  2. Menjelaskan latar belakang penelitian 
  3. Melakukan identifikasi masalah
  4. Memberikan batas penelitian
  5. Merumuskan masalah penelitian
  6. Menjelaskan tujuan penelitian
  7. Menguraikan manfaat penelitian
  8. Menjelaskan keterbatasan penelitian
  9. Merumuskan batasan konsep, konstruk dan istilah yang digunakan dalam penelitian
  10. Menjelaskan landasan teori dan kerangka pikir penelitian
  11. Mengemukakan penelitian yang relevan
  12. Merumuskan hipotesis/pertanyaan penelitian
  13. Menetapkan jenis penelitian yang digunakan
  14. Menetapkan area/wilayah penelitian
  15. Menetapkan populasi dan sampel penelitian
  16. Menyusun instrumen penelitian
  17. Uji coba instrumen
  18. Pengumpulan data
  19. Mengolah data, intepretasi data, dan menarik kesimpulan
  20. Menyusun laporan penelitian
Setiap poin bersifat hirarki dan memiliki hubungan yang kuat antara satu dan lainnya sehingga menghasilkan benang merah yang jelas. Metode di dalam penelitian kuantitatif biasanya hanya dua yaitu survei dan eksperimen. Perbedaan keduannya selain pada prosedur penelitian juga perbedaan instrumen penelitiannya.

Metode survei merupakan metode penelitian yang menggunakan kuisioner dalam mengumpulkan data. Pertanyaan di dalam kuisioner akan disusun sedemikian rupa agar merepresentasikan dengan tujuan penelitian. Jumlah sampel juga harus bisa merepresentasikan populasi sehingga data yang dihasilkan nanti valid. Biasanya untuk menentukan jumlah sampel dilakukan dengan rumus Slovin

Rumus ini membantu peneliti dalam menetapkan jumlah sampel yang akan diambil. Namun, biasanya ada syarat jumlah sampel di dalam suatu populasi agar rumus ini bisa digunakan yaitu lebih dari 100 sampel. Kemudian perlu dibuat batasan di dalam pemilihan sampel sehingga sampel benar-benar menggambarkan keseluruhan populasi. Keabsahan data atau validitas data harus diverifikasi oleh si peneliti dengan observasi atau perhitungan langsung. Kejujuran responden dan pemahanan responden terhadap pertanyaan harus diperhitungkan di dalam penelitian survei ini. 

Sebagai contoh kita bisa mengilustrasikan seperti penelitian Aspek Teknis Pemeliharaan Ternak Sapi di Kecamatan X. Kita perlu menyusun pertanyaan mengenai aspek teknis pemeliharaan sapi seperti Bagaimana Pemilihan Bibit? Bagaimana Pola Pemeliharaan? Bagaimana Pemberian Pakan? Jenis pakan dan Jumlah pakan yang diberikan? Frekuensi Vaksinasi? dll. 

Sebaiknya gunakan panduan sebagai rujukan seperti Panduan Pemeliharaan Ternak Sapi Potong yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Sehingga pertanyaan bisa terarah dengan jelas. Kemudian kita perlu mengetahui berapa jumlah peternak di kecamatan X. Data awal ini bisa diperoleh dari kantor camat atau dinas terkait di kabupaten/kota tersebut. Dari sini juga kita bisa memprediksi apakah jumlahnya cukup atau tidak untuk dijadikan sebagai sampel. Sehingga akan menentukan metode sampling yang digunakan nantinya. Nah, sampai disini pasti sudah memiliki banyak gambaran mengenai bagaimana cara kerja penelitian survei ini. 

Yang perlu diingat bahwa penelitian survei ini akan memberikan skor penilaian pada setiap jawaban kuisioner. Ingat, jenis penelitian kuantitatif harus mengumpulkan data dalam bentuk angka. apabila data diperoleh dalam bentuk kualitas maka harus dikuantitatifkan dengan cara pemberian skor. Berikut contoh skoring aspek teknis pemeliharaan ternak.

Metode eksperimen adalah selanjutnya yang akan kita bahas. Berbeda dengan metode survei, metode eksperimen menitikberatkan kepada pencarian sebab-akibat (kausalitas) antara satu variabel dengan variabel lain. Yang umum digunakan biasanya variabel terikat dan variabel bebas. Tidak terbatas pada menjelaskan kausalitas namun juga bisa menjelaskan atau memprediksi gerak atau arah kecenderungan suatu variabel di masa depan. Dalam penelitian eskperimen terdapat banyak variasi model diantaranya:
  1. One-shot case study
  2. One-group pretest-posttest
  3. Static Group
  4. Pretest-posttest control group
  5. Posttest only control group
  6. Time series
  7. Multiple time series
  8. Solomon
Dalam penelitian ilmu-ilmu sosial sering sekali eksperimen bersifat "kuasi" atau semu. Hal tersebut dikarenakan pengontrolan terhadap variabel-variabel yang diteliti sering kali tidak mungkin dilakukan secara ketat seperti dalam eksperimen ilmu-ilmu eksakta (yang tidak menggunakan unsur "manusia" sebagai objek penelitian). Penelitian eksperimen memiliki kelemahan diantaranya ada variabel lain di luar variabel yang sedang diteliti yang nantinya akan mempengaruhi hasil penelitian dan menjadi bias. Sehingga, pengendalian secara tepat terhadap variabel luar yang akan diteliti harus diperhatikan oleh si peneliti.

Contoh dari penelitian eksperimen dalam bidang peternakan Pengaruh Pemberian Limbah Ampas Tahu Dalam Ransum Terhadap Produksi Susu Kambing Perah. Dalam contoh kasus tersebut yang menjadi variabel bebas adalah pemberian limbah ampas tahu, selanjutnya untuk variabel terikat adalah produksi susu kambing perah. 

Pada penelitian ini ingin dilihat hubungan sebab akibat dari pemberian limbah ampas tahu di dalam ransum terhadap produksi susu kambing perah. Dalam pelaksanaan penelitiannya bisa digunakan model one group pretest-posttest. Dimana satu grup kambing sebanyak 20 ekor kambing perah yang sedang masa laktasi di periode 2 diambil sebagai sampel. 

Pada awalnya 20 ekor ini dipelihara selama 2 minggu dengan pakan ransum kontrol tanpa penambahan limbah ampas tahu dan dicatat selama 2 minggu tersebut jumlah produksi susunya. Kemudian di 2 minggu berikutnya dilakukan adaptasi pakan menggunakan limbah ampas tahu setelah itu baru 2 minggu kemudian dilakukan pengumpulan data. 

Adaptasi pakan dalam penelitian eksperimen ini penting dilakukan untuk menghindari varibael lain yang akan mempengaruhi produksi susu yaitu faktor stres akibat pergantian pakan secara tiba-tiba. Dari hasil penelitian ini nantinya akan dilihat bagaimana pengaruhnya dan bisa dihitung juga nilai korelasinya antara kedua perlakuan tersebut dengan menggunakan Uji T test.

Dari contoh tersebut kita sudah bisa menggambarkan bagaimana cara penelitian eksperimen tersebut dilakukan. Silahkan kalian mencari lagi contoh-contoh lain lagi dari model penelitian eksperimen yang telah disebutkan di paragraf atas. 

Kesimpulan

Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian ilmiah yang menggunakan angka sebagai sumber data untuk diolah, diintepretasikan dan dibuat kesimpulannya. Data bersifat empiris dan bertumpu pada filsafat positivisme. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan penalaran deduktif. Dan memiliki dua metode yaitu survei dan eksperimen. 

Semoga dari penjelasan singkat dan sederhana ini kalian bisa memahami dengan jelas konsep dasar dan aplikasi penelitian kuantitatif ini untuk kebutuhan tugas akhir. Tentunya artikel ini sangat dasar sekali sehingga dibutuhkan referensi lain untuk dibaca guna menambah pemahaman kalian yang lebih konprehensif.



Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

muhammad resthu - 2026. Diberdayakan oleh Blogger.