Daerah tropis merupakan tempat surganya berbagai jenis flora yang tumbuh dan menjadi habitat berbagai jenis fauna terutama herbivora. Salah satu negara yang letaknya di kawasan tropis adalah Indonesia dengan julukan paru-paru dunia tidak mengherankan Indonesia menjadi pusat studi lingkungan. Keberlanjutan atau sustainibility perlu dipertimbangkan di dalam pengelolaan tata ruang yang ada di Indonesia.
Subsektor pertanian seperti peternakan saat ini memiliki peran tersendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan asal hewan bagi masyarakat. Dengan konsep peternakan berkelanjutan tentu hal ini akan sejalan dengan pelestarian lingkungan yang ada di Indonesia. Salah satu upaya dalam mengelola peternakan berkelanjutan adalah dengan memanfaatkan sumber-sumber pakan yang berasal dari limbah pertanian yang selama ini tidak dimanfaatkan dengan optimal dan hanya dibuang.
Pemanfaatan limbah pertanian bisa sangat menguntungkan apabila mampu diolah menjadi pakan ternak baik sebagai pakan utama, pakan penguat atau suplemen bagi ternak. Konsep ini dikenal dengan istilah biokonversi. Istilah biokenversi sendiri merujuk ke pada mengubah substrat asal menjadi produk yang memiliki nilai tambah atau nilai ekonomis. Teknologi yang sudah dikenal luas dalam dunia peternakan adalah dengan melakukan fermentasi limbah pertanian. Mikroorganisme seperti kelompok yeast, kapang, bakteri bahkan serangga digunaan dalam mengubah bahan limbah menjadi sumber pakan ternak.
Pengolahan limbah sawit yang difermentasi dengan kapang Aspergillus niger dapat mengubah sustrat yang kaya akan serat kasar menjadi pakan yang memiliki nilai nutrisi yang mudah dicerna oleh ternak ruminansia. contoh lain seperti mengubah limbah ampas tahu sebagai media pertumbuhan larva Black Soldier Fly atau maggot bisa meningkatkan nilai protein untuk pakan unggas.
tentunya dengan biokonversi ini yang diuntungkan bukan hanya alam karena tidak adanya limbah yang terbuang yang dapat mengganggu ekosistem alam namun juga peternak. karena biaya paling besar dalam budidaya ternak adalah pakan yaitu 70%. Nah, untuk saat ini penelitian mengenai biokenversi limbah pertanian terus dilakukan untuk menjawab tantangan masa depan yaitu kebutuhan pangan dan isu lingkungan.
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments